TDL Naik Lagi


Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sudah diketok, DPR dan Pemerintah sudah sama sama sepakat dengan TDL yang baru. Telah disepakati tahun 2013 ini TDL naik 15 % dan dinaikkan secara bertahap per triwulan. Sebagai tukang listrik negara sebenarnya kenaikan  TDL ini tidak ngaruh dengan rutinitas saya. PLN sebagai perusahaan yang mengelola listrik di Indonesia tidak terlalu terasa efek dari kenaikan TDL ini. Kalaupun TDL tidak naik, kemudian selisih Biaya Pokok Penyediaan (BPP) dan TDL terlalu tinggi, toh akan ditutupi oleh subsidi. Subsidi listrik adalah konsekuensi dari TDL yang ditentukan oleh Pemerintah. Karena ini adalah amanat konstitusi, dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 disebutkan : bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Walau tidak disebutkan secara langsung, namun listrik dibangkitkan dari "bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya", sehingga Listrik harus dikuasai negara, diatur oleh negara.

Namun demikian, kadang saya merasa sakit hati ketika ada yang menyatakan listrik yang dijual PLN ini harganya mahal. PLN, dan rata rata perusahaan listrik di dunia ini menjual energi listrik per kWh atau kilo watt hour. 1 kwh itu energi yang cukup besar, karena 1 kWh itu cukup untuk menyalakan TV selama lebih dari 5 jam, bayangkan hiburan yang bisa didapatkan. 1 kWh itu juga cukup untuk menyalakan setrika selama lebih dari 3 jam, bayangkan berapa banyak baju yang bisa rapi karenanya. 1 kwh itu cukup untuk menyalakan lampu hemat energi untuk menerangi kamar, selama lebih dari 40 jam.

Urip kui Sawang Sinawang

Fase fase awal kehidupan pasca kampus seperti ini memang kecenderungannya memunculkan kegalauan. Saya katakan kecenderungan karena banyak yang merasakan seperti saya, pun juga orang orang disekitar saya.

Bila saya amati teman teman kampus, Setelah lulus dengan predikat yang memuaskan, atau mungkin lebih kemudian dapat bekerja di instansi yang dulu diimpikan, nampaknya bukan jaminan akan nyaman atau cocok dengan pilihannya itu. Terlebih beberapa teman yang kurang beruntung sehingga tidak dapat bekerja di instansi yang diinginkan, mungkin semakin tidak nyaman dengan kondisinya tersebu.

Namun, bisa jadi justru sebagian dari kita yang dianggap kurang beruntung tersebut mendapatkan kenyamanan hidup yang tidak dapat didapatkan jika kita bekerja di instansi yang dahulu kita inginkan. Bisa jadi dengan "kegagalan tersebut" kita mendapat peluang peluang kebaikan yang tidak dapat kita dapatkan ketika kita bekerja di instansi yang dulu kita inginkan. Dapat berwiraswasta dan membuka lapangan kerja misalnya, atau bergabung di Ormas atau LSM yang dapat membantu menyelesaikan masalah masyarakat misalnya, atau berbakti mengurus orang tua yang sedang sakit, dan masih banyak kemungkinan peluang kebaikan lainnya.

Kalau kata orang Jawa, "urip iku sawang sinawang". Susah cari padan kata sawang sinawang di bahasa Indonesia. Kita itu cenderung senang membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Dan parahnya, kita kecenderungannya merasa rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri. Rasanya zaman sekarang sangat sedikit orang yang merasa sangat bersyukur dengan kehidupannya. Sehingga rata rata orang ingin menjadi seperti si X misalnya yang punya banyak waktu luang, atau seperti si Y misalnya yang punya kebebasan finansial. atau seperti si Z misalnya yang punya anak sholeh dan berbakti dengan orang tua. Ya, hidup itu memang "sawang sinawang".

Memahami Galau

Opini pribadi tentang istilah "Galau"

Kegalauan yang dirasakan seseorang bisa jadi menunjukkan seseorang sedang berfikir, bisa jadi berfikir tentang masa depan, berfikir tentang dakwah dan islam.
Kegalauan juga bisa jadi menunjukkan bahwa seseorang tersebut adalah orang yang peduli dengan perasaan orang lain, karena kegalauan sering pula terjadi karena memikirkan perasaan orang lain.

Sehingga, kegalauan tidak selalu merupakan hal yang negatif, bisa jadi kegalauan adalah suatu proses bahwa kita sedang berkembang menjadi lebih baik. Karena galau dapat pula terjadi karena kita memikirkan tentang masa depan kita yang lebih baik, bahkan bisa pula memikirkan masa depan ummat Islam yang lebih baik. Bila demikian, tidak ada salahnya menjadi galau, atau dalam kata lain, galau dalam kebaikan, hehe.

Alasan listrik PLN mati

Curhat Tukang Listrik bagian 3

"Tulisan ini sedikit menjelaskan mengapa listrik terkadang tiba tiba mati tanpa pemberitahuan"

Sejak menjadi bagian dari perusahaan listrik plat merah ini, rasanya listrik dan perusahaan ini sudah menjadi bagian dari diri saya. Ketika perusahaan ini dicaci maki, ketika dinggap sarang korupsi, atau ketika listrik mati. Duh, rasanya bernafas saja rasanya menjadi kurang nyaman. Rasanya serba tidak nyaman dan merasa bersalah. Ketika listrik mati, entah berapa ratus kali telepon di kantor PLN berdering, dan ketika diangkat entah berapa jenis kata kata kotor atau penduduk kebun binatang yang dipanggil. Astagfirullah, ujian kesabaran memang.

Kalaupun sedang tidak piket, atau bahkan sedang tidak berada di daerah kerja saya, ketika pulang ke rumah misalnya. Kemudian listrik mati, walaupun seharusnya tidak ada hubungan langsung apalagi tanggungjawab saya tapi rasanya tetap tidak nyaman dan penuh rasa bersalah. Entah kenapa, sering kali ketika melihat ada daerah yang sedang mati listrik, rasanya sangat tidak nyaman bahkan hanya untuk sekedar bernafas. Agak lebay mungkin bagian ini, tapi rasanya memang demikian.

Mungkin memang banyak orang yang merasa terganggu bila listrik mati, namun sebenarnya PLN lebih merasa terganggu daripada orang orang tersebut. PLN ada karena mau jualan listrik, kalau listrik mati ya PLN tidak dapat jualan listrik, tidak ada yang dijual brarti tidak ada pemasukan ke perusahaan, simple nya seperti itu. Ketika listrik mati, maka petugas PLN akan dipusingkan mencari penyebab gangguan untuk menyalakan kembali daerah yang padam. Mencari penyebab pemadaman dilakukan dengan menyusuri jaringan listrik untuk melihat kejanggalan yang ada. Mungkin ada ranting yang menyentuh jaringan, atau layang layang tersangkut, atau bahkan ada peralatan yang rusak. Kemudian kalaupun terpaksa harus padam, karena perbaikan atau gangguan tidak dapat segera dihilangkan, maka diupayakan daerah yang padam dapat seminimal mungkin.

Pengalaman Lucu di Tana Toraja

Menjadi Musafir di Pulau Sulawesi bagian 5

Berkesempatan untuk tinggal bebapa bulan di Sulawesi Selatan, sayang rasanya kalau tidak mengunjungi Tana Toraja. Toraja adalah nama Suku, sekaligus juga kota. Ada apa disana? intinya cuman lihat kuburan, lihat mayat mayat manusia yang berserakan dimana mana, tapi yang banyak terlihat berserakan sih yang sudah tinggal tulang belulang. Mayat mayat yang usianya sudah lebih dari 20 tahun. Budaya yang cukup aneh menurut saya, bukan unik lho ya.... aneh. Mayat keluarga mereka tidak dikubur, namun hanya dibalsem dan dimasukkan ke dalam peti dan diletakkan di dalam goa. Jadi kalau peti yang terbuat dari kayu itu rusak, ya jangan salahkan si mayat kalau dia nongol muncul berserakan di sepanjang jalan. BIla di Jawa, melihat sepotong kecil tulang di kuburan rasanya sudah ngeri banget, namun di Tana Toraja, melihat tengkorak manusia berjajar rasanya biasa saja. Yang lebih aneh lagi, mengapa mereka begitu nyamannya "mengeksploitasi" mayat leluhur mereka untuk meraup rupiah, dengan menjadikan makam leluhurnya sebagai objek wisata. Bagi kita yang muslim tentu hal seperti ini adalah hal yang sangat tidak biasa.

PLN ulang tahun ya?


Curhat tukang listrik bagian 2

 "Sedikit menjelaskan tentang biaya pasang baru listrik"


Di suatu siang di salah satu kantor pelayanan pelangan PLN. Seorang bapak dengan pakaian lusuh yang sepertinya habis dari ladang terlihat ikut antri dengan beberapa orang lain yang hendak meminta/mendaftar pelayanan dari PLN. Nampak sekali sisa lumpur di baju dan sendal yang dipakainya. Setelah lama mengantri akhirnya namanya dipanggil, dan dengan penuh antusias bapak tersebut bertanya kepadan petugas PLN.

Bapak : Pak, PLN lagi ulang tahun ya?

Petugas PLN : Ndak pak, memang kenapa?

Bapak : Sampai kapan daftar bayar listrik murah seperti ini?, saya sekarang belum ada uang, boleh ndak saya daftar dulu, mumpung murah. Nanti kalau saya sudah ada uang saya lunasin

Petugas PLN : Ndak lagi ulang tahun pak, memang harganya selalu seperti ini. Asalkan bapak daftar sesuai prosedur PLN biayanya ya seperti ini saja.

Bapak : Ya sudah pak trimakasih, saya kumpulkan uang dulu untuk daftar listrik.

Ngomongin Nikah

Beberapa bulan terahir entah mengapa nikah seolah menjadi topik wajib yang harus dibicarakan ketika chatting dengan teman lama. Baik itu teman di Kampus, atau teman waktu sekolah dahulu.  Topik ini selalu saja menarik untuk dibicarakan padahal pertanyaan nya selalu standar dan itu itu saja, “gimana sudah nikah belum?”, “rencana kapan nikah?”, dan pertanyaan sejenisnya.
Ketika habis topik yang pengen dibicarakan ketika chatting, dan bingung mau ngobrolin apa, maka topik tentang nikah menjadi hot topik yang selalu saja membuat obrolan menjadi hangat. Tidak jarang topik ini membuatku tertawa terbahak bahak ketika mendengar celoteh dari teman teman lama yang asik membicarakan nikah.
Namun ternyata topik ini memang benar benar topik pererat ukhuwah. Teman yang mungkin agak pendiam dan jarang berkomunikasi dapat menjadi sangat “exited” ketika membicarakan topik ini. Dan tidak seperti beberapa topik lain, topik ini cenderung tidak mudah menyinggung perasaan orang lain.
Powered by Blogger.

Mutiara Hikmah

Yang Sedang Banyak Dibaca

Shout Box

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Sahabat Bloggerku

Komentar Komentar Terbaru

International opportunities

Eramuslim

Web hosting for webmasters