Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Diberi Tanggung Jawab Itu Berat.

Waktu SMA, walau sudah banyak hal yang mulai dilakukan dengan mandiri, namun masih bisa kapan saja minta bantuan ke orang tua. Kalau ada apa apa, orang tua masih bisa turun tangan bahkan bertanggungjawab atas diri kita. Makanya raport SMA masih diberikan ke orang tua murid.

Tidak seperti Kuliah, selama kuliah orang tua tidak diwajibkan, bahkan tidak ada undangan untuk mengambil transkrip semester mahasiswa. Karena mahasiswa sudah dianggap lebih dewasa dari siswa SMA. Mahasiswa sudah dianggap dapat bertanggungjawab atas studinya. Selain itu, seorang mahasiswa kost, dia juga mulai diberi bertanggung jawab atas kehidupannya. Walau tiap bulan orangtua masih mengirim uang, namun harus mulai bisa mengatur sendiri kehidupannya. Tidak tinggal dengan orang tua berarti bebas melakukan apa saja, diberi kepercayaan berarti diberi tanggung jawab, tangguang jawab atas kehidupan pribadinya. Kalau ada masalah, harus mulai bisa menyelesaikannya sendiri.

Ketika sang mahasiswa sudah lulus dan bekerja di suatu instansi setidaknya ada dua tanggungjawab baru yang diemban. Pertama tanggung jawab sebagai sarjana, kedua tanggung jawab atas job description di instansi tempatnya bekerja. Memegang gelar sarjana membuat masyarakat sekitar berharap kita dapat melakukan lebih dari yang belum bergelar sarjana, dan ini tidak mudah, cukup berat. Bertanggung jawab atas job description di instansi kita bekerja berarti kita dituntut profesional, sudah mendapat gaji berarti kita harus disiplin, mengerjakan tugas dengan baik, menaati peraturan, karena apa yang kita kerjakan tidak lagi hanya berimbas pada diri kita, namun juga masyarakat yang labih luas, minimal instansi kita dan stakeholder-nya, dan sekali lagi, hal ini berat.

Semakin Tua Semakin Misterius.


Saya kira sudah banyak orang yang mengamati kaitan antara kesuksesan seseorang yang kasat mata dan kemampuan intelegensinya. Ya memang, sudah banyak orang yang mengamini bahwa kecerdasan emosional itu lebih penting untuk kehidupan di dunia nyata dibanding kecerdasan intelegensia. Tapi, kali ini saya tidak ingin membahas bagaimana proporsi kedua kecerdasan tersebut berkontribusi dalam kesuksesan hidup seseorang.

Saya mengamati, setelah lulus SD, banyak di antara siswa-siswinya yang memang terlihat unggul secara akademis bisa lanjut sekolah di SMP favorit. Begitu juga ketika lulus SMP, banyak di antara siswa-siswinya yang memang terlihat unggul secara akademis bisa lanjut sekolah di SMA favorit. Tapi, di sini mulai terlihat anomali. Ada beberapa siswa/i yang terlihat biasa-biasa saja secara akademis bisa diterima di SMA favorit. Padahal teman-teman SMP-nya yang terlihat lebih encer malah tidak diterima di SMA tersebut. Kemudian, anomali ini makin menggejala ketika siswa-siswi SMA ini lulus dan kuliah di perguruan tinggi. Siswa/i yang terlihat tidak menonjol kemampuan akademisnya malah diterima kuliah di perguruan tinggi favorit. Jurusan favorit pula. Gejala anomali ini makin kronis ketika mahasiswa/i ini lulus dari perkuliahannya. Beberapa mahasiswa/i yang dulu ketika kuliah terlihat tidak terlalu rajin belajar atau kemampuan akademisnya tidak menonjol malah lebih cepat diterima kerja di perusahaan favorit. Beberapa mahasiswa/i yang dulu sering kali nongkrong di lab; nilai A sering kali menghiasi kartu hasil studinya tiap semester; malah masih harus pontang panting ke sana kemari untuk ikut tes perusahaan ini-itu;  ikut job fair sana-sini. Bahkan anomali ini bisa sampai stadium akhir ketika sudah bicara tentang pasangan. Sudah berapa kali kita mendengar "Wah, suaminya kok biasa aja ya? Gak imbang tuh. Jadi teringat Beauty and The Beast, wkwkwk" atau "Hmm... beruntung ya dia dapat suami yang ganteng, soleh pula. Padahal dia sih biasa-biasa aja."?

Keseimbangan dan Kegalauan dalam film Habibie Ainun

Coretan sederhana dari film/novel Habibie Ainun
Secara umum dunia ini diciptakan Allah dengan penuh keseimbangan. Namun manusia diberi kesempatan oleh Allah untuk membuatnya tidak seimbang, disinilah ujiannya. Ketika terjadi ketidakseimbangan maka yang muncul adalah gejolak. Contoh simple adalah akibat manusia membuang sampah yang tidak pada tempatnya, air yang awalnya penuh keseimbangan menjadi musibah. Air yang seimbang mendatangkan manfaat, namun karena keseimbangannya dirusak maka muculah gejolak, yang berupa banjir.
Dalam kehidupan manusia pun juga harus demikian, ketika manusia tidak seimbang dalam hidupnya maka yang datang adalah gejolak, yang popular sekarang dengan istilah “galau”. Contoh yang menarik adalah yang dapat kita lihat dalam kisah hidup Pak Habibie dan Bu Ainun dalam film/novel Habibie Ainun. Menurut saya pak Habibie adalah contoh sangat luarbiasa dalam hal keseimbangan.
Di masa mudanya, pak Habibie walau memiliki segudang prestasi di Jerman, namun merasa kehidupannya kurang seimbang. Walaupun berprestasi namun beliau merasa ada yang kurang dalam hidupnya yakni pendamping hidup. Dikisahkan, ketika pulang ke Indonesia beliau juga menyempatkan mencari pendamping hidup. Kemudian beliau melamar bu Ainun dan membawanya ke Jerman untuk memberikan keseimbangan dalam kehidupannya di Jerman.
Bu Ainun memiliki latar belakang sebagai dokter, namun di Jerman beliau tidak melaksanakan aktifitas sebagai dokter. Bu Ainun dan Pak Habibi, walaupun mereka sudah hidup berkecukupan, punya buah hati yang lucu lucu namun pada saat itu Bu Ainun masih muncul kegalauan. Ada yang kurang dalam hidupnya, yaitu berkarya dengan ilmu dan kompetensi yang dimilikinya, menjadi dokter. Sehingga, dengan harapan dapat membuat kehidupan yang lebih seimbang bu Ainun menjadi dokter di Jerman.

Ngomongin Nikah

Beberapa bulan terahir entah mengapa nikah seolah menjadi topik wajib yang harus dibicarakan ketika chatting dengan teman lama. Baik itu teman di Kampus, atau teman waktu sekolah dahulu.  Topik ini selalu saja menarik untuk dibicarakan padahal pertanyaan nya selalu standar dan itu itu saja, “gimana sudah nikah belum?”, “rencana kapan nikah?”, dan pertanyaan sejenisnya.
Ketika habis topik yang pengen dibicarakan ketika chatting, dan bingung mau ngobrolin apa, maka topik tentang nikah menjadi hot topik yang selalu saja membuat obrolan menjadi hangat. Tidak jarang topik ini membuatku tertawa terbahak bahak ketika mendengar celoteh dari teman teman lama yang asik membicarakan nikah.
Namun ternyata topik ini memang benar benar topik pererat ukhuwah. Teman yang mungkin agak pendiam dan jarang berkomunikasi dapat menjadi sangat “exited” ketika membicarakan topik ini. Dan tidak seperti beberapa topik lain, topik ini cenderung tidak mudah menyinggung perasaan orang lain.

Kamu, lu, koe, sampeyan, dirimu, you, atau antum?

(Sebuah analisis bahasa tanpa literatur yang jelas dan sangat subjektif)

Artinya sama kan? iya, emang semua kata tersebut bermanka sama, kata bu guru bahasa Indonesia, kata kata tersebut adalah sama sama kata ganti orang kedua. Tapi meskipun maknanya sama, seringkali saya menemukan berbagai orang yang bingung memilih kata apa yang tepat untuk digunakan ketika sedang bercakap cakap. Mungkin kamu juga pernah merasakanya.

Seringkali ketika bercakap cakap, ada orang yang biasa menggunakan kata kamu, tapi karena lawan bicaranya menggunakan kata lo (dan gue), maka kemudian baik orang pertama dan kedua akan sama sama kikuh, karena "kamu" dibalas dengan "lo", dan "lo" dibalas dengan "kamu". Beberapa indikator paling jelas kalau mereka sedang kikuh adalah ketika mereka tau kalau ada perbedaan penggunaan kata ganti orang kedua maka mereka:
1. Mengucapkan kata ganti dengan lebih pelan (bisa karena ragu, kikuh, dll)
2. Mengucapkan kata ganti yang berbeda; misal dari "lo" ke "kamu", atau sebaliknya.
3. Menunda sekian detik sebelum mengucapkan kata ganti; bisa karena gak enak atau karena berfikir.
4. Menggunakan kata ganti yang kaku atau kurang lazim, misal "dirimu"

Ternyata penggunaan kata ganti ini juga menimbulkan kesan tersendiri, ada yang menimbulkan kesan romantis, agamis, atau bahkan angkuh. Berikut adalah kesan yang ditimbulkan penggunaan kata ganti secara sosiologi menurut pengamatan saya (nah!! saya juga mulai bingung menggunakan kata ganti orang pertama, pakai "saya", "aku", atau "ane"; karena dalam percakapan sehari hari tiga kata ini yang sering; atau mungkin selalu kugunakan). Berikut analisisnya :

Aku dan Kamu; Bagi orang Jawa (jawa timur, jawa tengah) mungkin menggunakan aku dan kamu ketika berbicara dalam bahasa Indonesia adalah hal yang biasa. Tidak ada kesan spesial yang ditimbulkan ketika menggunakan kata ganti aku dan kamu, tapi bagi orang jawa barat dan sekitarnya penggunaan Aku dan Kamu konon bisa memunculkan kesan romantis. Saya jadi ingat cerita teman saya yang asli Jogja (Cowok) ketika mengikuti suatu kegiatan mahasiswa yang diadakan oleh salah satu perusahaan Otomotif di Jakarta. Kegiatan itu diikuti oleh berbagai Kampus di Indonesia, sehingga disana ditemui juga mahasiswa dari Jakarta dan Bandung. Ketika dia ngomong dengan cewek (yang kebetulan orang Jakarta) dengan menggunakan kata ganti aku dan kamu,
si cewek bilang, "eh lo kok ngomongnya romantis banget sih"; GLODAK!!! temanku jawab, "Romantis dari mananya!?",
Ceweknya bales lagi, "habisnya lo manggil gue nya pake kamu segala sih".

Gua dan Lu; Kalau kita nonton TV yang bersetting anak muda Jakarta, kata ganti ini yang hampir selalu digunakan. Ya... memang karena kata ganti ini banyak di pakai di sekitar jawa barat. Tapi, entah kenapa, bila mendengar orang menggunakan kata ganti ini ketika bercakap cakap di kampus (kebetulan kampus saya di Jogja), rasanya kok terasa aneh dan muncul kesan angkuh. Walaupun tentu orang yang menggunakan kata ganti ini tidak berniat untuk angkuh, tapi menurut sebagian besar mahasiswa Jawa yang saya kenal, penggunaan kata ganti "Gua" dan "Lu" menimbulkan kesan angkuh.

Koe dan sampeyan; dua kata ganti orang kedua dari bahasa Jawa ini sama sama berarti "kamu" dalam bahasa Indonesia. Namun, entah kenapa saya lebih nyaman menggunakan kata sampeyan ketimbang koe ketika ngobrol dengan bahasa Jawa (bahkan terkadang juga dalam bahasa Indonesia). Rasanya tabu dan bagiku terkesan kasar menggunakan kata Koe. Kalau tidak salah, dulu pernah kudengar (pas masih kecil), "koe" itu artinya anak dari monyet. Entah benar atau salah, yang jelas hal itu yang membuatku menjadi tidak nyaman menggunakan kata ganti koe dalam bercakap cakap. Kata "sampeyan" lah yang sejak kecil dibiasakan dikeluargaku. Namun, di rumah seringkali kata "sampeyan" disingkat menjadi "pean" atau "mean"; walaupun hanya disingkat, tetapi entah kenapa bila ada orang yang menggunakan kata "pean" atau "mean" ketika berbicara denganku terasa lebih dekat dan hangat. Mungkin karena kata "mean" lah yang kugunakan untuk berbicara dengan orang orang terdekatku sejak kecil (bapak, ibuk, adik dan beberapa sepupu-sepupu).

Dirimu dan You; Dua kata ganti orang kedua yang paling tidak nyaman untuk kudengar bila digunakan dalam suatu kalimat atau percakapan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Jawa. Bila ada orang yang menggunakan dua kata itu, entah kenapa muncul kesan kurang akrab sehingga komunikasi menjadi kurang nyaman. Terlebih kata ganti "Dirimu", sering kudengar bila seseorang memiliki masalah dalam menentukan kata ganti yang pas ketika berkomunikasi. Kalau "you", entah kenapa, rasanya ndak pas banget ketika kata itu digunakan dalam kalimat berbahasa Indonesia atau bahasa Jawa. Tapi entah kenapa ada juga beberapa orang yang masih sering menggunakanya.

Ana, ane, anta dan antum. Keempat kata ganti orang dari bahasa arab (kecuali ane yang "di-arab2kan) yang sering digunakan oleh kalangan sholeh (atau sok sholeh). Sehingga dengan menggunakan kata ganti ini muncul kesan sebagai orang yang sholeh (atau golongan sholeh, atau golongan orang yang dianggap sholeh, atau bahkan dari golongan ormas Islam atau bahkan parpol Islam tertentu). Ana dan ane bermakna sama yakni saya. Tapi, saya rasanya lebih nyaman menggunakan kata ane ketimbang ana (biasanya sih kugunakan ketika bersama komunitas orang2 sholeh). Mungkin karena kata ane, masih terkesan ke arab arab-an namun tidak terlalu memunculkan kesan sok sholeh dan bahkan kata ane sekarang banyak digunakan di bahasa online, utamanya karena dipopulerkan oleh para KASKUS-esr beberapa tahun terahir. Sedangkan kata ana, lebih memunculkan kesan sholeh, sehingga saya kurang nyaman menggunakanya, munkin karena masih murni bahasa Arab dan nyatanya hanya dipakai oleh orang orang yang sholeh atau sok sholeh tadi, maksud saya sangat jarang dipakai di bahasa lain (seperti ane yang dipakai komunitas Internet atau kaskus-ers misalnya).

Akhirnya, sebagai penutup saya ingin menyatakan bahwa analisis ngawur ini adalah analisis tanpa dasar teori yang jelas dan data yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hanya berdasarkan analisis personal saya berdasar pengalaman pribadi saja. Semoga bermanfaat.

Maaf Saya yang Salah.

Pernah kamu mengucapkan kalimat ajaib itu? Kalimat yang terkesan remeh, orang yang mengucapkan seolah adalah loser, adalah orang yang salah dan kalah, yang mengucapkan hanyalah orang orang yang menjadi peran pembantu dalam suatu event kehidupan, gak layak banget lah disebut pemimpin. Tapi bagiku, 4 kata itu adalah kata yang keren dan ajaib. Dan orang yang bisa mengucapkanya adalah orang yang keren, bahkan ajaib. Kuamati, dalam berbagai hal dan event, baik itu diskusi, rapat, atau bahkan dalam kehidupan sehari hari, semakin jarang ada orang yang begitu dewasa dan gentle sehingga berani mengucapkan kalimat yang hanya terdiri dari 4 kata tersebut. Maaf saya yang salah.

Kalau meminta maaf ketika semua orang sudah tau kalau kita yang salah, misal kita ketahuan mencuri, mencontek, atau melakukan kesalahan yang lain, terus kita minta maaf. Oh.... itu biasa, dan bagiku itu sangat biasa, dan tidak ajaib. Kalau sampai orang yang jelas jelas salah terus tidak minta maaf, itu benar benar naudzubillah. Dan misal seandainuya Kalau kita tidak dapat menepati janji atau lupa melakukan sesuatu terus berani mengucapkan 4 kata tersebut, itu baru lumayan, tapi sori.... itu belum pada level keren dan ajaib.

Yang keren, menurutku, adalah ketika orang lain (atau sebagian orang lain) menganggap kalau kita melakukan atau mengatakan atau memperjuangkan suatu yang benar, padahal kita tahu kalau kita yang salah. Dan kita baru sadar kalau yang kita perjuangkan kurang baik, atau ada yang lebih baik, dan kita dengan tegas berani mengucapkan 4 kata ajaib itu. Wuiiihhhh bagiku itu keren banget.

Seringkali dalam suatu diskusi atau rapat atau forum yang lain, kita terpancang untuk memperjuangkan ide kita, kita bangga bila ide kita diterima, kita bangga bila kita bisa menguasai forum, kita bangga dipuji dan dianggap cerdas. Namun seringkali kita lupa, ternyata seringkali kita disana terlalu sibuk menampakkan diri sendiri bukan untuk memperjuangkan kebenaran, bukan untuk memperjuangkan kebaikan, bukan untuk memperjuangkan kemaslahatan bersama. Ngerasa ndak? atau bahkan menurutmu justru hal yang seperti ini yang benar, seperti lomba debat, barangsiapa yang paling bisa mempertahankan argumennya, usulanya, statemenya, entah itu benar atau salah, entah dia sendiri menganggap itu baik atau buruk, tetap saja diperjuangkan. Menurutmu demikian yang baik? Ih...... klo aku sih naudzubillah.

Emmmmm........ beberapa kali, ketika rapat dengan orang orang yang seharusnya sholeh (iya dong, wong rapatnya namanya syuro kok), kutemui beberapa orang yang nampak cerdas. Mereka sangat aktif di forum syuro itu, memberikan berbagai usulan dan tanggapan, tidak jarang juga mengkritisi usulan usulan yang diberikan oleh anggota syuro yang lain. Tapi, orang orang yang seharusnya berpeluang menjadi orang yang keren, tapi entah kenapa dimataku ke-keren-an mereka seolah runtuh begitu saja. Ketika kulihat ada beberapa diantara mereka begitu semangat memperjuangkan ide mereka, padahal mereka tahu kalau ada ide temanya yang lebih baik. Ya, seharusnya mereka tau bahwa ada ide temanya yang lebih baik, Ya seharusnya dia sadar bahwa apa yang dikatakanya kurang tepat dan ada yang lebih baik. Tapi, entah mengapa, mereka masih dengan semangat memperjuangkan idenya itu, dengan berbagai alasan, dengan berbagai logika logika yang dibuat semanis mungkin. Mengapa tidak diucapkan saja 4 kata ajaib itu ketika kita tau kalau kita yang salah, maaf saya yang salah. Bagiku....., orang yang seperti itu tidak keren.

Bukanya justru kita senang kalau ide kita tidak dipakai, karena kalau ide kita dipakai, maka kita adalah orang yang paling bertanggungjawab atas berbagai kemudharatan yang muncul akibat ide kita itu. Pertanggungjawaban di dunia sih paling paling tidak begitu terasa, tapi di akherat?

Tapi yang namanya syetan pintar sekali menggoda manusia, bahkan dengan cara yang halus. Kita merasa sangat keren, sangat bangga bila ide kita dipakai. Kita dengan ujubnya menyampaikan di berbagai tempat, eh itu karena ide saya loh, eh itu usulan saya loh, eh saya berkontribusi banyak loh di rapat kemarin. MasyaAllah.......

Masa Pencarian Jati Diri

Dalam sejarah hidup Helmy, ada 4 tahun yang bisa dibilang spesial. 4 tahun kuliah? oh ternyata bukan itu. Bila Crisye pernah menyanyikan bait lagu, masa masa paling indah, masa masa disekolah. tiada kisah paling indah, kisah kasih di sekolah. Hem.... kurang lebih 4 tahun yang spesial itu berkaitan dengan lagu Crisye itu. Ya! disekolah, namun masa yang spesial tapi bukan sekedar kisah kasih, tapi masa masa disekolah bagi Helmy adalah masa masa pencarian jati diri. Ya! 4 tahun masa pencarian jati diri disekolah.

4 tahun masa pencarian jati diri itu adalah, 3 tahun di SMP dan 1 tahun di SMA. Ketika masa 4 tahun itu, bisa dibilang Helmy adalah seorang yang labil. Ya.... labil, labil dalam perasaan, labil dalam pilihan hidup, labil dalam semangat hidup, bahkan labil dalam keimanan. Helmy yang suka ikui ikutan, Helmy yang lemah dan tidak berpendirian, Helmy yang tidak punya cita cita, Bahkan Helmy yang menganggap remeh sholat Fardhu! P.A.R.A.H Ya, akhalaq bahkan aqidah Helmy saat itu memang P.A.R.A.H.

Namun di saat seperti itu ada 7 orang teman yang berkontribusi dan membantu Helmy dalam mencari jati diri. Mereka lah yang secara tidak langsung mencetak karakter Helmy yang sekarang. Mungkin mereka tidak sadar, mungkin mereka hanya melakukan rutinitas mereka, mungkin mereka tidak punya niat untuk menjadi orang yang spesial bagi Helmy. Dan notes ini adalah bagian dari ucapan terima kasihku untuk kalian ber 7.

Berikut adalah daftar teman teman tersebut (untuk menjaga privasi, saya hanya akan menggunakan inisial saja)

si Z : Dia adalah orang yang sangat ceras, dan kami memiliki hobi yang sama, Maen GAME!!. Dalam sejarah hidupku, dia adalah orang yang paling sering kutelpon dan menelponku. Dalam sekali telpon hitungan menit tidak cukup untuk merepresentasikan percakapan kami, bukan menit, tapi Jam! gila memang! Walaupun nampak santai, dan nampak biasa biasa saja, namun dia berprestasi di kelas. tiap catur wulan (dulu belum menggunakan sistem semester) dia selalu masuk 5 besar kelas. Kemampuan Fisika, Matematika, dan Bahasa Ingrisnya outstanding!. Sifat si Z yang nampak santai dan suka maen game namun memiliki kemampuan akademik yang diatas rata rata ini yang berkontribusi dalam membentuk karakter jati diri seorang Helmy yang pertama.

Si F : Bila anda adalah seorang cewek normal, seharusnya ada akan bilang, buset dah ganteng bener nih cowok! Setidaknya itu lah karakter yang kuat melekat dalam dirinya. Saya masih ingat betul, bila kami jalan bareng, misal dari kelas ke kantin, atau dari masjid ke lapangan bola pasti selalu saja banyak cewek yang memanggil namanya, hanya namanya!!! tanpa memanggil namaku!!!! Sabar sabar! Dia sangat populer, entah berapa kali dia menolak berbagai cewek yang mengajaknya pacaran. Namun meski dia memiliki kesempatan yang luar biasa untuk mempermainkan cewek, atau bahkan mungkin berzina. Ternyata dia tidak melakukanya, dia termasuk golongan temanku yang paling alim pada saat itu. Sholat Dhuha jarang ditinggalkanya, dan pemahaman agamanya lumayan bagus. Kemampuan akademis juga lumayan bisa dibanggakan. Dia juga teman yang sangat perhatian dan memahamiku dengan baik.

si P1 : Bila anda menganggap anak sekolah yang naik motor gede, atau yang pinter main gitar, atau piter main basket itu keren, dia punya cara untuk menjadi keren yang lebih dari itu. Dia jualan nasi pecel di Kelas!!! Sebuah tindakan yang menurutku sangat keren, sebuah tindakan yang sampai sekarangpun tidak berani kulakukan. Dia tidak ragu menawarkan daganganya ke teman temanya, kemudian mengantarkan nasi pecel ke meja teman temanya, kemudian dia tidak lupa meminta bayaran atas nasi pecel yang dia jual. dia hampir melakukanya tiap pagi. Bagiku apa yang dia lakukan itu sangat keren! Sangat Keren!

si P2 : Dia adalah orang keren pertama yang kutemui di SMA. Dia adalah orang yang memiliki pendirian sangat kuat, tidak mudah terpengaruh oleh ajakan apalagi hasutan orang lain. Dia sangat percaya diri dengan pilihanya, dan benar benar menjalankan pilihanya. Dahulu di SMA, sebagian besar dari kita akan memimpikan masuk kelas IPA, bahkan termasuk kita yang tidak telalu pandai berhitung dan logika. Sebagian besar orang mengganggap kelas IPA itu lebih baik dan lebih prospek dari IPS. Tapi tidak dengan temanku yang satu ini, walaupun dia pernah memiliki nilai ujian Kimia terbesar di kelas tapi dia dengan bangga tetap menyatakan "Aku mau masuk IPS!!" Dia tidak terpengaruh oleh teman teman yang lain, pilihanya sudah final, dia sudah menentukan keputusan. Dan keputusan ini adalah bagian dari idealismenya, idealismenya sebagai manusia.

Si J : Si J adalah satu satunya cewek dalam daftar ini. hemmmm, ya dia spesial. Jujur tidak seperti orang orang sebelumnya yang sangat ku kenal dengan baik. Si J ini berbeda, aku tidak terlalu mengenalnya, cuman pernah bercakap cakap beberapa kali, itupun tidak terlalu lama. bahkan bisa jadi saat ini dia sudah lupa aku atau siapa namaku. Tapi justru itu yang membuatku memasukkanya dalam daftar ini. Si J adalah cewek yang cantik, emmmm bisa dibilang sangat cantik, tidak hanya itu dia juga cewek yang cerdas, emmmm bisa dibilang sangat cerdas. waw.... dia pernah mendapat rangking 1 se sekolah (bukan hanya se kelas!!!!). Selama SMA, Walaupun dia tidak terlalu mengenalku namun dia tetap selalu menyapaku dengan senyum manisnya ketika bertemu aku di jalan. husss!!! jangan berfikir macam macam! satu hal yang aku ambil dari dia, "jangan pernah remehkan orang lain, meski dia layak diremehkan"

si R : Aku mengenal mas R karena dia juga anggota Rohis SMA ku. Apakah dia petinggi Rohis sehingga nampak keren dengan kepemimpinannya? Oh ternyata bukan. Pemahaman agama yang tidak terlalu istimewa, nilai pelajaran sekolah yang biasa biasa saja, dari segi ekonomi juga biasa biasa saja. Nampak tidak ada yang spesial dari mas R ini, tapi bagiku mas R ini luar biasa. Mungkin dia tidak merasakanya, tapi cara bicaranya, tingkah lakunya, sikapnya membuat aku merasa benar benar menjadi adiknya. Adiknya yang perlu untuk dibimbing dan diarahkan, adiknya yang perlu diajari banyak hal, adiknya yang perlu dididik dengan penuh kesabaran. Mungkin sebenarnya dia memperlakukanku biasa saja, sama seperti mas R memperlakukan teman se angkatanku yang lain di Rohis. Tapi bagiku yang haus akan perhatian, bagiku yang ingin diperhatikan, apa yang mas R lakukan bukanlah hal yang biasa, dan yang penting apa yang dia lakukan berdampak besar bagi Helmy saat ini.

Si S : Jenius dan Sangat Alim. Dua kata yang tepat untuk merepresentasikan mas S ini. Dia adalah orang yang membuatku nyaman dan semangat dalam menghadiri forum yang bernama Liqo. ya, bisa dibilang dia adalah Murabbi pertamaku. Selisih umurnya tidak jauh, kurang dari 1 tahun dariku, tapi bagiku dia sungguh Istimewa. Pernah memiliki nilai tertinggi di Sekolah, Juara karya tulis Ilmiah, tapi tidak hanya itu, dia juga sangat paham Al Quran!!! Dia juga sangat mencintai Al Quran, bila tidak ada kerjaan dengan santai dia membuka dan membaca baca Quran nya, di kelas, di teras sekolah, apalagi di Masjid. Bila aku bertanya masalah agama kepadanya, dia akan dengan yakin menyatakan, coba buka Quran surat sekian dan ayat sekian, dari ayat itu bisa kita pahami bahwa bla bla bla bla. Kemudian di kesempatan lain aku cuba bertanya lagi, dan jawabanya selalu, coba buka Surat ini ayat sekian dan kemudian mas S menjelaskan jawaban pertanyaanku dari ayat yang barusan saya buka, begitu seterusnya. Subhanallah!! Seseorang dengan kemampuan akademis luar biasa dan pemahaman Quran yang luar biasa pula, benar benar sosok yang sangat patut untuk dijadikan tauladan.

Asrama Mahasiswa Muslim: Creating Special Forces

Sebagian besar orang akan merasa berat ketika tau bahwa kami di asrama (seharusnya) diwajibkan utuk selalu menaati beberapa peraturan yang sebenarnya juga tidak sedikit. Saya katakan seharusnya karena ternyata pada pelaksanaanya tidak seideal itu. Kegiatan asrama tiap bada subuh, kajian tiap bada Isya dari Senin sampai Kamis, kegiatan olahraga di tiap Ahad pagi, ditambah lagi hafalan surat yang harus disetor ke ustad beberapa periode sekali, tugas artikel yang harus ditulis dan dikumpulkan tiap bulan, belum lagi tugas yang berkaitan dengan materi kajian di Asrama yang diberikan oleh asatid. Dan ternyata tidak hanya itu. Oh tidak hanya itu, ustad sering bilang, Asrma kami ini bercita cita menciptakan "Special Forces", special forces dalam dakwah dan tentunya dalam perjuangan bangsa ini. Bagaimana tidak, selain harus mengikuti berbagai kegiatan asrama yang sangat padat, kami juga harus berprestasi di Kampus yang dibuktikan dengan IP yang selalu baik (3,00), juga di saat yang bersamaan kami diharuskan aktif di organisasi sebagai wujud aktualisasi diri dan kontribusi kepada masyarakat sekitar, di saat yang sama pula kami didorong untuk mengikuti berbagai kompetisi dan lomba agar kami bisa menjadi santri berprestasi. Namun, di saat yang sama pula kami pasti punya tanggungjawab kepada orang tua kami masing masing yang harus dipenuhi, Kami juga punya amanah di lembaga tempat kami berkontribusi,dan tentunya kami juga memiliki cita cita dan ambisi pribadi yang harus kami capai.

Namun, Yang namanya sistem buatan manusia pasti ada kurangnya, ada celahnya. Begitu juga dengan asrama kami, walaupun para pembina, asatid dan pengurus asrama selalu Memperjuangkan kedisiplinan kami, kedisiplinan yang tentunya agar program, target dan tujuan asrama dapat berjalan dengan baik, dan tentunga agar kami dapat menjadi special forces, tetapi kenyataanya tidak se mulus itu. Banyak diantara kami yang ternyata bisa saja mengambil celah atau menggunakan berbagai alasan (atau kadang tidak beralasan) untuk meninggalkan kedisiplinan itu. Meskipun di awal kita sudah membuat kesepakatan, ya meskipun kita sudah berjanji akan menyepakatinya, ya meskipun setiap apa yang kita perbuat akan dimintai pertanggungjawaban, ya meskipun janji adalah hutang. Ya ternyata dunia tidak se-Ideal itu, bahkan di komunitas yang mengaku memiliki idealisme tinggi seperti di asrama kami.

Meskipun demikian, satu hal yang pasti, sebagian besar dari kami adalah orang yang sibuk dan berprestasi baik di kamus ataupun ormas dan LSM atau mungkin lembaga yang lain. Ada diantara kami yang selalu cumlaude, ada diantara kami yang memiliki jabatan tertinggi di lembaga tempat kamiberkontribusi, ada diantara kami yang menjadi inisiator berbagai gagasan baru pergerakan mahasiswa, ada diantara kami yang memenangkan berbagai event dan perlombaan skala nasional, ada diantara kami yang mewakili UGM dalam beberapa undangan Internasional, ada diantara kami yang mampu membagi waktu sehingga mampu menjadi mahasiswa di 2 PTN terbaik di Kota Pelajar, ada diantara kami telah menulis buku (novel, kumpulan cerpen, dll) yang akan atau telah diterbitkan oleh salah satu penerbit, ada diantara kami yang sering menjadi pemateri atau motivator di berbagai event bahkan di luar Jogja, ada diantara kami yang sudah memiliki penghasilan sendiri karena bisnis yang kami rintis, ada diantara kami yang sudah disibukkan dengan beberapa proyek dari dosen atau berbagai institusi, ya itulah kami calon special forces.

Walau kami jarang ikut kajian, walau kami sering mengucap kata afwan bila ada agenda asrama, walau kami susah mengangkat kepala di kajian bada subuh, walau kami sering tidak mendengar suara adzan dari masjid yang hanya beberapa jengkal dari kamar kami di waktu subuh, walau kami sangat tidak peduli dengan kebersihan asrama, walau kami begitu jelek dalam hal kedisiplinan, tapi kami yakin kami mampu menjadi special forces!

Naskah Piagam Jakarta

Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu jalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perdjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampai (lah) kepada saat jang berbahagia dengan selamat-sentausa mengantarkan rakjat Indonesia kedepan pintu gerbang Negara Indonesia jang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaja berkehidupan kebangsaan jang bebas, maka rakjat Indonesia menjatakan dengan ini kemerdekaannja.

Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia Merdeka jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah-darah Indonesia, dan untuk memadjukan kesedjahteraan umum, mentjerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Hukum Dasar Negara Indonesia, jang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indnesia, jang berkedaulatan rakjat, dengan berdasar kepada: keTuhanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknja, menurut dasar kemanusiaan jang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat kebidjaksanaan dalam permusjawaratan perwakilan, serta dengan mewudjudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakjat Indonesia.

Djakarta, 22 Juni 1945

Ir. Soekarno
Mohammad Hatta
A.A. Maramis
Abikusno Tjokrosujoso
Abdulkahar Muzakir
H.A. Salim
Achmad Subardjo
Wachid Hasjim
Muhammad Yamin

Utang Indonesia Pada Ummat Islam

Oleh Herry Nurdi Penulis, Wartawan Islam

Perkembangan penyelesaian masalah terorisme di Indonesia, menuju arah yang sangat tidak kondusif bagi kaum Muslimin di negeri ini. Berbagai pernyataan dan statement yang dilontarkan oleh beberapa pihak, baik secara resmi atau selentingan, telah melahirkan dampak yang sangat serius bagi gerakan dakwah di negeri ini. Tentu saja perkembangan ini harus dikawal dalam koridor yang benar agar tak menimbulkan keresahan baru yang bernama kecurigaan komunal.

Bayangkan saja, jika seorang psikolog menyebutkan bahwa kegiatan-kegiatan rohis (Rohani Islam) yang ada di sekolah menengah umum adalah bahan baku dari tindak kekerasan. Ditambah lagi, dengan seorang yang mengaku pengamat, berkata dengan senyum di bibir bahwa pendanaan kegiatan terorisme juga berasal dari mobilisasi zakat, infak, dan sedekah. Semua ditayangkan di televisi dalam siaran live yang tentu saja tanpa filter rasa keadilan bagi umat Islam.

Pada tahap yang lebih awal, pesantren telah menuai kecurigaan. Begitu juga, dengan kegiatan dakwah. Dan, hari ini kita saksikan, betapa aktivis dakwah berada dalam suasana terintimidasi. Jenggot, celana cingkrang, baju koko, cadar, dan dahi yang hitam menjadi atribut pelengkap yang mengantarkan kecurigaan. Dengan segala hormat pada semua pihak yang terlibat, Pemerintah Indonesia tidak boleh menjadi pemerintah yang kelak akan dicatat sebagai pemerintah yang menindas umat Islam.

Masih dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan, sekadar mengingatkan sejarah yang mungkin terlupa. Negeri ini memiliki utang yang tak terbayar pada perjuangan yang telah diberikan umat Islam. Hanya untuk mengambil beberapa contoh, Pangeran Diponegoro, memakai simbol-simbol dalam memimpin Perang Jawa melawan penjajah Belanda. Dengan serban, baju putih panjang, dan yang paling penting, dengan ajaran Islam Pangeran Diponegoro memimpin perang yang dalam sejarah Belanda disebut-sebut sebagai perang, yang hampir menenggelamkan negeri penjajah itu dengan kebangkrutan.

Baca saja nama panjang dan gelar Pangeran Diponegoro. Sultan Abdulhamid Erucakra Sayidin Panatagama Khalifat Rasulullah Sayidin Panatagama. Dengan sadar, Pangeran Diponegoro mencantumkan nama Sultan Abdulhamid, yang saat itu menjadi Khalifah Turki Utsmani sebagai jaringan perjuangannya. Bahkan, pemilihan nama Sultan pada periode Sultan Hamengkubuwono I adalah simbol perlawanan secara halus pada kekuatan VOC, penjajah Belanda. (Soemarsaid Moertono, 1985; P Swantoro, 2002).

Tapi, hari ini, simbol yang mampu menggalang kekuatan perjuangan kemerdekaan itu dicurigai. Pencantuman hubungan internasional, dengan Mesir, Turki, Arab Saudi, disebut dengan transnasional yang juga diucapkan dengan nada penuh kecurigaan. Dulu, simbol-simbol itu berperan sangat besar memerdekakan negeri ini.

Begitu pula, dengan slogan dan pekik perjuangan, Islam dan kaum Muslimin menorehkan sejarah yang tak bisa dihapus dan harus diingat lagi ketika jihad disudutkan seperti saat sekarang. Bung Tomo, menggerakkan Arek-arek Suroboyo melawan agresi militer ulang yang dilakukan penjajah Belanda, dengan pembukaan kalimat Bismillahirrahmanirrahim dan ditutup dengan Allahu Akbar yang disandingkan dengan kata Merdeka.

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
Siaplah keadaan genting
. Tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
Baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.
Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: Merdeka atau Mati.
Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!
Maka sekali lagi, negara ini boleh menjadi negara yang anti terhadap pekikan Allahu Akbar dan seruan-seruan dakwah yang mengajak menuju kebaikan dan kebenaran.

Ketika Republik Indonesia masih sangat belia, negara ini pernah menjadi Republik Indonesia Serikat sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar. Indonesia terpecah-pecah menjadi 17 negara bagian. Penjajah Belanda tidak akan ridha dan ringan hati melepaskan Indonesia sebagai negeri yang merdeka dan berdaulat. Andai saja Mohammad Natsir, tidak tampil dengan pidatonya yang kini dikenal dengan Mosi Integral Natsir, tentu seluruh pemimpin bangsa hari ini tidak akan bisa menyebut dengan bangga kalimat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebab, berdirinya RIS meminta konsekuensi besar. Terjadi rasionalisasi atas kekuatan Tentara Nasional Indonesia. Perwira-perwira penjajah Belanda menjadi penasihat TNI. Pejuang dan tentara rakyat dirumahkan. Sebagai gantinya, Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL) diintegrasikan ke dalam tubuh TNI. Bagaimana mungkin negara ini akan kuat, jika di dalam tulang punggung yang menjaga kemerdekaannya, berdiri jenderal-jenderal penasihat dan unsur-unsur dari kalangan penjajah?

Dalam sidang RIS tahun 1950, Mohammad Natsir, seorang pemimpin dakwah di negeri ini, seorang dai, seorang ustaz, seorang ulama, tampil menyelamatkan Indonesia. Maka, dengan segala hormat, TNI dan Kepolisian Republik Indonesia tidak boleh menjadi alat negara yang berperilaku sewenang-wenang pada umat Islam Indonesia.

Apalagi, ditambah sebuah fakta sejarah tentang seorang pejuang bernama Jenderal Soedirman. Seorang guru madrasah Muhammadiyah, yang memimpin gerilya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jenderal Soedirman adalah seorang guru agama. Mengisi ceramah dan mengajar mengaji keliling di wilayah-wilayah Cilacap dan Banyumas. Jabatannya di Muhammadiyah adalah wakil ketua Pemuda Muhammadiyah Karisidenan Banyumas.

Wilayah yang sama saat ini dicurigai polisi sebagai sebagai kawasan persembunyian buronan yang dicari. Maka sekali lagi, dengan segala hormat, polisi, aparat keamanan, bahkan masyarakat tidak boleh menaruh curiga pada ustaz, guru mengaji, apalagi ulama yang telah membuktikan diri menjaga negeri Allah bernama Indonesia yang semoga dilimpahi berkah.

Pasti tidak terlambat mengucapkan selamat hari kemerdekaan. Kaum Muslimin tidak pernah menganggap perjuangan sebagai piutang yang harus dibayar. Tapi, umat Islam sangat yakin, negara ini adalah negara yang besar yang tak akan melupakan sumbangsih perjuangan umat Islam. Wallahu a’lam .( dikutip dari republika 28/08/2009)

Islam dan Partai islam

Ini adalah taun pertama aku mengikuti pemilu. Tidak seperti sebagian besar pemuda yang kurnag peduli dengan dunia Politik, aku adalah tipe orang yang sangat peduli padanya. Sejak jaman pemilu pasca reformasi 1999 disaat umurku masih baru menginjak belasan aku sudah memikirkan parpol dan perjuangannya di Indonesia.

Walau bapakku hanyalah guru yang jauh dari kehidupan politik, namun dia adalah orang yang sangat peduli dengan sosial kemasyarakatan, termasuk politik. Tidak jarang aku mendiskusikan berbagai parmasalahan sosial kemasyarakatan dengannya. Tidak jarang pula aku berbeda pendapat dengannya. Tapi hal itu kami sikapi dengan nyaman, perbedaan itu tidak membuat kami emosi atau bermasalah tapi justru membuat kami semakin paham dan percaya satu sama lain.

Mulai masalah poligami sampai politik, sejarah sampai fatwa MUI bisa kita diskusikan sampai kita lupa waktu. Aku jadi ingat ketika aku dan bapakku mendiskusikan pernikahan Syekh Puji dan Ulfa, saat itu aku menganggap Media salah besar ketika memojokkan pak Puji, karena itu melanggar privasi dan HAM. Apalagi tidak ada pihak yang dirugikan disana, semua sama sama suka. Namun bapakku yang mengnggap apa yang dilakukan pak Puji melanggar kewajiban dalam berbangsa dan bernegara, karena manikah adalah salah satu hal yang sudah diatur oleh pemerintah dan kita harus mengikutinya. =)

Begitu juga ketika pemilu ini. Kami sempat diskusi panjang membahas parpol lewat telepon. Kebetulan dalam pemilu kemaren kami mendukung partai yang berbeda. Bapak mendukung PAN ==>Sebuah partai kumpulan orang orang sholeh (karena dimotori oleh orang orang Muhammadiyah) namun merupakan partai Nasional ==> karena ingin diterima banyak kalangan (begitu katanya. Sedangakn aku mendukung PKS, wajar karena kehidupan kampus membuat aku sering bersentuhan dengan aktifis aktifis kampus. PKS sebagai organisasi yang dimotori oleh Aktifis Dakwah Kampus berusaha menjadi partai yang bersih, peduli dan profesional. Sedangkan Ibukku mendukung PBB, karena beliau dilahirkan di keluarga Masyumi, sebuah partai Islam yang menurutku partai yang benar benar Islam. Bahkan (dahulu) Masyumi berani memperjuangkan Islam sebagai dasar dari bangsa ini (bukan pancasila), akhirnya sampai di black list dari pemerintahan. Bila kita tengok jaman sekarang tidak ada lagi partai Islam (termasuk PKS yang aku dukung) memperjuangkan Islam sampai demikian.

Tapi kerennya, tanpa rekayasa pada pilpres kemaren kami sekeluarga mendukung pasangan Capres yang sama. Walau kalah, at least kami sudah berusaha berikan yang terbaik untuk bangsa dan agama ini. Melalui usaha kami, melalui suara kami.

Lebih Cepat Lebih Baik

Wanita Berkalung Sorban dan Sebuah Kritikan dan Koreksi

MUI sempat meminta untuk film ini dikoreksi ulang, MUI menganggap ada beberapa aspek dalam film ini yang tidak sesuai bila menggunakan latar belakang islami. Nah hal ini yang membuat kami (aku dan adiku) kemarin tertarik untuk menonton film ini. Apa yang membuat MUI menganggap ada beberapa aspek dari film ini yang perlu dikoreksi.

Menurutku film ini tidak berusaha menonjolkan Islam, atau mendakwahkan Islam. Mungkin hanya menjadikan Islam sebagai latar dari film ini. Feminisme -- hal yang diteriakkan wanita berkalung sorban dari awal sampai akhir film. 

Islam adalah agama yang turun atas wahyu dari Allah SWT yang disampaikan melalui Muhammad. Dan dirupakan berupa AlQuran yang berisi wahyu dan Hadits yang berisi contoh, perkataan dan sikap dari Rosulullah. Maka jika film ini menonjolkan sisi Islam, atau setidaknya feminisme yang islami maka setidaknya film ini harus menggunakan dalil AlQuran dan Hadits untuk menjelaskan konsep itu, bukan berdasar buku buku dari barat. Itulah islam

Memang Islam tidak melarang keta untuk mempelajari buku buku dari barat, tidak ada larangan untuk itu. Tapi ingat dasar Islam adalah AlQuran dan Hadits, maka ketika buku buku dari barat itu tidak bertentangan dengan keduanya, fine.
Tetapi ketika ternyata buku buku dari barat itu bertentangan dengan AlQuran dan Hadits, kemudian kita meyakininya, jelas..... itu salah. Apalagi bila hal itu disandarkan kepada Islam, itu salah kaprah

Kebebasan, itu salahsatu hal yang digaungkan dalam film ini. Memang Islam mengajarkan kebebasan, kebebasan berpendapat , kebebasan perEkspresi. memang, tapi ingat! ini Islam. semua konteks dianggap Islami bila sesuai dengan AlQuran dan hadits, bukan hati nurani. Hati nurani yang mudah terkena tipu daya syetan. bukan itu,, Maka setiap kebebasan itu harus disandarkan kepada AlQuran dan Hadits, tidak sembarangan. 
Mungkin larangan Kyai yang melarang wanita untuk berkuda itu tidak tepat, dan memang kyai bukan rosul yang pasti benar setiap kata katanya. Tetapi tetap, membangkang perintah orang tua adalah salah. dan Tidak mengikuti sunnah adalah kesalahan besar.

Semua Perbuatan tergantung dari Niatnya. sebuah potongan hadits yang sempat digunakan tokoh utama dalam film ini sebagai dasar terhadap apa yang dia lakukan. Menempatkan potongan hadits ini dalam setiap kondisi adalah hal yang salah. 
Sesungguhnya potongan hadits "Semua Perbuatan tergantung dari Niatnya" adalah potongan hadits tentang hijrah. 
Hijrah adalah suatu hal yang baik dan sesuai dengan syariah dan diperintahkan oleh Allah. Maka hadits ini sesuai ditempatkan disana. Niat seorang dalam melaksanakan hijrah (atau hal lain yang sesuai dengan syariah) mempengaruhi amalanya(pahala). Tapi bila hal itu adalah hal yang salah, yang tidak sesuai dengan syariah (alQuran dan Hadits), biarpun niatnya baik ---- ya tetap salah.

misalnya :
seorang yang berzina walaupun niatnya baik (untuk menolong seseorang misalnya) ==> yang dilakukan ini tetaplah salah
seseorang yang melalaikan sholat walaupun niatnya untuk kebaikan (untuk belajar misalnya) ==> yang dilakukan ini tetaplah salah.

Satu hal lagi, sedikit koreksi tentang hukum rajam yang akan dilaksanakan di pondok pesantren kepada Anisa. Ada hal yang tidak tepat ketika pondok pesantren melaksanakan hukuman rajam. pertama, pondok pesantren bukanlah pemerintahan yang sah, sehingga tidak sah melaksanakan eksekusi hukuman sesuai dengan syariat Islam. Tidak seperti Daerah Istimewa Aceh, misalnya yang melaksanakan hukuman sesuai syariat Islam, - karena memang pemerintah propinsi Aceh memang menerapkan syariat itu.Dan mereka pemenrintah yang sah, jadi mereka layak melaksanakan eksekusi hukuman syariat Islam itu. Maka yang boleh melaksanakan eksekusi hukuman syariat islam tidak lain tidak bukan adalah pemerintah yang sah, tidak pula orang yang tidak pernah berbuat dosa - seperti yang disampaiakn di film tersebut.

Jadi tidak layak seorang kyai, apalagi suami melaksanakan hukuman rajam (atau hukuman syariat Islam yang lain... cambuk misalnya). Hal seperti ini yang akhir akhir ini sering ditampakkan di layar kaca, seorang ayah yang mencambuk anaknya, atau suami yang mencambuk Istrinya dengan alasan pelaksanaan syariat Islam. Itu salah kaprah.

Hukuman rajam juga hanya diberikan kepada seorang suami atau istri yang berzina. Nah zina di sini harus benar benar jelas (jelas apa yang mereka lakukan, benar benar bersetubuh atau hanya bercengkrama) dan dengan saksi yang jelas dan dengan jumlah yang cukup. Tidak bisa seenaknya melaksanakan rajam kepada seorang yang berduaan di tempat sepi (kholwat) yang tidak jelas apa yang mereka lakukan.

maaf bila banyak kekurangan, semoga bermanfaat

Permusuhan Yahudi Pada Islam Dalam Sejarah

Permusuhan Yahudi terhadap Islam sudah terkenal dan ada sejak dahulu kala. Dimulai sejak dakwah Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam dan mungkin juga sebelumnya bahkan sebelum kelahiran beliau. Hal ini mereka lakukan karena khawatir dari pengaruh dakwah islam yang akan menghancurkan impian dan rencana mereka.

Namun dewasa ini banyak usaha menciptakan opini bahwa permusuhan yahudi dan islam hanyalah sekedar perebutan tanah dan perbatasan Palestina dan wilayah sekitarnya, bukan permasalahan agama dan sejarah kelam permusuhan yang mengakar dalam diri mereka terhadap agama yang mulia ini.

Padahal pertarungan kita dengan Yahudi adalah pertarungan eksistensi, bukan persengkataan perbatasan. Musuh-musuh islam dan para pengikutnya yang bodoh terus berupaya membentuk opini bahwa hakekat pertarungan dengan Yahudi adalah sebatas pertarungan memperebutkan wilayah, persoalan pengungsi dan persoalan air. Dan bahwa persengketaan ini bisa berakhir dengan (diciptakannya suasana) hidup berdampingan secara damai, saling tukar pengungsi, perbaikan tingkat hidup masing-masing, penempatan wilayah tinggal mereka secara terpisah-pisah dan mendirikan sebuah Negara sekuler kecil yang lemah dibawah tekanan ujung-ujung tombak zionisme, yang kesemua itu (justeru) menjadi pagar-pagar pengaman bagi Negara zionis. Mereka semua tidak mengerti bahwa pertarungan kita dengan Yahudi adalah pertarungan lama semenjak berdirinya Negara islam diMadinah dibawah kepemimpinan utusan Allah bagi alam semesta yaitu Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam.

Demikianlah permusuhan dan usaha mereka merusak Islam sejak berdirinya Negara islam bahkan sejak Rasululloh n hijrah keMadinah sampai saat ini dan akan berlanjut terus. Walaupun tidak tertutup kemungkinan mereka punya usaha dan upaya memberantas islam sejak kelahiran beliau n . hal ini dapat dilihat dalam pernyataan pendeta Buhairoh terhadap Abu Tholib dalam perjalanan dagang bersama beliau diwaktu kecil. Allah l telah jelas-jelas menerangkan permusuhan Yahudi dalam firmanNya:

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS. 5:82)

Melihat demikian panjangnya sejarah dan banyaknya bentuk permusuhan Yahudi terhadap Islam dan Negara Islam, maka kami ringkas dalam 3 marhalah;

Marhalah pertama: Upaya Yahudi dalam menghalangi dakwah Islam di masa awal perkembangan dakwah islam dan cara mereka dalam hal ini.

Diantara upaya Yahudi dalam menghalangi dakwah islam dimasa-masa awal perkembangannya adalah:

1. Pemboikotan (embargo) EkonomiKaum muslimin ketika awal perkembangan islam diMadinah sangat lemah perekonomiannya. Kaum muhajirin dating keMadinah tidak membawa harta mereka dan kaum Anshor yang menolong merekapun bukanlah pemegang peekonomian Madinah. Oleh karena itu Yahudi menggunakan kesempatan ini untuk menjauhkan kaum muslimin dari agama mereka dan melakukan embargo ekonomi.Para pemimpin Yahudi enggan membantu perekonomian kaum muslimin dan ini terjadi ketika Rasululloh n mengutus Abu Bakar menemui para pemimpin Yahudi untuk meminjam dari mereka harta yang digunakan untuk membantu urusan beliau dan berwasiat untuk tidak berkata kasar dan tidak menyakiti mereka bila mereka tidak memberinya. Ketika Abu Bakar masuk Bait Al Midras (tempat ibadah mereka) mendapati mereka sedang berkumpul dipimpin oleh Fanhaash –tokoh besar bani Qainuqa’- yang merupakan salah satu ulama besar mereka didampingi seorang pendeta yahudi bernama Asy-ya’. Setelah Abu Bakar menyampaikan apa yang dibawanya dan memberikan surat Rasululloh n kepadanya. Maka ia membaca sampai habis dan berkata: Robb kalian butuh kami bantu!Tidak hanya sampai disini saja, bahkan merekapun enggan menunaikan kewajiban yang harus mereka bayar, seperti hutang, jual beli dan amanah kepada kaum muslimin. Berdalih bahwa hutang, jaul beli dan amanah tersebut adanya sebelum islam dan masuknya mereka dalam islam menghapus itu semua. Oleh karena itu Allah berfirman:Di antara Ahli Kitab ada orang yang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaranmereka mengatakan:”Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. (QS. 3:75).

2. Membangkitkan fitnah dan kebencian.
Yahudi dalam upaya menghalangi dakwah islam menggunakan upaya menciptakan fitnah dan kebencian antar sesama kaum muslimin yang pernah ada dihati penduduk Madinah dari Aus dan Khodzraj pada masa jahiliyah. Sebagian orang yang baru masuk islam menerima ajakan Yahudi, namun dapat dipadamkan oleh Rasululloh n . diantaranya adalah kisah yang dibawakan Ibnu Hisyam dalam Siroh Ibnu Hisyam (2/588) ringkas kisahnya: Seorang Yahudi bernama Syaas bin Qais mengutus seorang pemuda Yahudi untuk duduk dan bermajlis bareng dengan kaum Anshor, kemudian mengingatkan mereka tentang kejadian perang Bu’ats hingga terjadi pertengkaran dan mereka keluar membawa senjata-senjata masing-masing. Lalu hal ini sampai pada Rasululloh n . maka beliau n segera berangkat bersama para sahabat muhajirin menemui mereka dan bersabda:Wahai kaum muslimin alangkah keterlaluannya kalian, apakah (kalian mengangkat) dakwah jahiliyah padahal aku ada diantara kalian setelah Allah tunjuki kalian kepada Islam dan muliakan kalian, memutus perkara Jahiliyah dan menyelamatkan kalian dari kekufuran dengan Islam serta menyatukan hati-hati kalian.Lalu mereka sadar ini adalah godaan syetan dan tipu daya musuh mereka, sehingga mereka mengangis dan saling rangkul antara Aus dan Khodzroj. Lalu mereka pergi bersama Rasululloh n dengan patuh dan taat yang penuh.

Lalu Allah turunkan firmanNya:Katakanlah:”Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan. Katakanlah:”Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan”. Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. (QS. 3:99)

3.Menyebarkan keraguan pada diri kaum musliminOrang Yahudi berusaha memasukkan keraguan dihati kaum muslimin yang masih lemah imannya dengan melontarkan syubhat-syubhat yang dapat menggoyahkan kepercayaan mereka terhadap islam.
Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya:Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mu’min) kembali (kepada kekafiran). (QS. 3:72)Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini dengan pernyataan: Ini adalah tipu daya yang mereka inginkan untuk merancukan perkara agama islam kepada orang-orang yang lemah imannya. Mereka sepakat menampakkan keimanan di pagi hari (permulaan siang) dan sholat subuh bersama kaum muslimin. Lalu ketika diakhir siang hari (sore hari) mereka murtad dari agama Islam agar orang-orang bodoh menyatakan bahwa mereka keluat tidak lain karena adanya kekurangan dan aib dalam agama kaum muslimin.

4. Memata-matai kaum MusliminIbnu Hisyam menjelaskan adanya sejumlah orang Yahudi yang memeluk Islam untuk memata-matai kaum muslimin dan menukilkan berita Rasululloh n dan yang ingin beliau lakukan kepada orang Yahudi dan kaum musyrikin, diantaranya: Sa’ad bin Hanief, Zaid bin Al Lishthi, Nu’maan bin Aufa bin Amru dan Utsmaan bin Aufa serta Rafi’ bin Huraimila’. Untuk menghancurkan tipu daya ini Allah berfirman:Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata:”Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka):”Marilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. (QS. 3:118-119).

Usaha memfitnah Rasululloh Shallallahu’alaihi WasallamOrang Yahudi tidak pernah henti berusaha memfitnah Rasululloh n . diantaranya adalah kisah yang disampaikan Ibnu Ishaaq bahwa beliau berkata: Ka’ab bin Asad, Ibnu Shaluba, Abdullah bin Shurie dan Syaas bin Qais saling berembuk dan menghasilkan keputusan berangkat menemui Rasululloh n untuk memfitnah agama beliau. Lalu mereka menemui Rasululloh n dan berkata: Wahai Muhammad engkau telah tahu kami adalah ulama dan tokoh terhormat serta pemimpin besar Yahudi, Apabila kami mengikutimu maka seluruh Yahudi akan ikut dan tidak akan menyelisihi kami. Sungguh antara kami dan sebagian kaum kami terjadi persengketaan. Apakah boleh kami berhukum kepadamu lalu engkau adili dengan memenangkan kami atas mereka? Maka Rasululloh n enggan menerimanya. Lalu turunlah firman Allah:Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kemu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati. hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (QS. 5:49)

Semua usaha mereka ini gagal total dihadapan Rasululloh n dan Allah membalas makar mereka ini dengan menimpakan kepada mereka kerendahan dan kehinaan.

Marhalah kedua: Masa perang senjata antara Yahudi dan Muslimin dizaman Rasululloh n

.

Orang Yahudi tidak cukup hanya membuat keonaran dan fitnah kepada kaum muslimin semata bahkan merekapun menampakkan diri bergabung dengan kaum musyrikin dengan menyatakan permusuhan yang terang-terangan terhadap islam dan kaum muslimin. Namun Rasululloh n tetap menunggu sampai mereka melanggar dan membatalkan perjanjian yang pernah dibuat diMadinah. Ketika mereka melanggar perjanjian tersebut barulah Rasululloh n melakukan tindakan militer untuk menghadapi mereka dan mengambil beberapa keputusan untuk memberikan pelajaran kepada mereka. Diantara keputusan penting tersebut adalah:
Pengusiran Bani Qainuqa’
Pengusiran bani Al Nadhir
Perang Bani Quraidzoh
Penaklukan kota Khaibar.

Setelah terjadinya hal tersebut maka orang Yahudi terusir dari jaziroh Arab.

Marhalah ketiga: Tipu daya dan makar mereka terhadap islam setelah wafat Rasululloh n .



Orang Yahudi memandang tidak mungkin melawan islam dan kaum muslimin selama Rasululloh n masih hidup. Ketika Rasululloh n wafat orang Yahudi melihat adanya kesempatan untuk membuat makar kembali terhadap Islam dan muslimin. Mereka mulai merencanakan dan menjalankan tipu daya mereka untuk memalingkan kaum muslimin dari agamanya. Namun tentunya mereka lakukan dengan lebih baik dan teliti dibanding sebelumnya. Sebagian target mereka telah terwujud dengan beberapa sebab diantaranya:
Kaum muslimin kehilangan Rasululloh n .
Orang Yahudi dapat mengambil pelajaran dan pengalaman dari usaha-usaha mereka terdahulu sehingga dapat menambah hebat makar dan tipu daya mereka.
Masuknya sebagian orang Yahudi kedalam Islam dengan tujuan memata-matai kaum muslimin dan merusak mereka dari dalam tubuh kaum muslimin.

Memang berbicara tentang tipu daya dan makar Yahudi kepada kaum Muslimin sejak wafat Rasululloh n hingga kini membutuhkan pembahasan yang panjang sekali. Namun rasanya cukup memberikan 3 contoh kejadian besar dalam sejarah Islam untuk mengungkapkan permasalahan ini. Yaitu:
Fitnah pembunuhan kholifah UtsmanIni adalah awal keberhasilan Yahudi dalam menyusup dan merusak Islam dan kaum muslimin. Tokoh yahudi yang bertanggung jawab terjadinya peristiwa ini adalah Abdullah bin Saba’ yang dikenal dengan Ibnu Sauda’. Kisahnya cukup masyhur dan ditulis dalam kitab-kitab sejarah Islam.
Fitnah Maimun Al Qadaah dan perkembangan sekte BathiniyahKeberhasilan Abdullah bin Saba’ membuat fitnah dikalangan kaum Muslimin dan mengajarkan saba’isme membuat orang Yahudi semakin berani. Sehingga belum habis fitnah Sabaiyah mereka sudah memunculkan tipu daya baru yang dipimpin seorang Yahudi bernama Maimun bin Dieshaan Al Qadaah dengan membuat sekte Batiniyah di Kufah tahun 276 H.Imam Al Baghdadi menceritakan: Diatara orang yang membangun sekte Bathiniyah adalah Maimun bin Dieshaan yang dikenal dengan Al Qadaah seorang maula bagi Ja’far bin Muhammad Al Shodiq yang berasal dari daerah Al Ahwaaz dan Muhammad bin Al Husein yang dikenal dengan Dandaan. Mereka berkumpul bersama Maimun Al Qadah di penjara Iraaq lalu membangun sekte Bathiniyah.Tipu daya Yahudi ini terus berjalan dalam bentuk yang beraneka ragam sehingga sekte ini berkembang menjadi banyak sekali sektenya dalam kaum muslimin, sampai-sampai menghalalkan pernikahan sesama mahrom dan hilangnya kewajiban syariat pada seseorang.
Penghancuran kekhilafahan Turki Utsmani ditangan gerakan Masoniyah dan akibat yang ditimbulkan berupa perpecahan kaum muslimin.Orang Yahudi mengetahui sumber kekuatan kaum muslimin adaalh bersatunya mereka dibawah satu kepemimpinan dalam naungan kekhilafahan Islamiyah. Oleh karena mereka segera berusaha keras meruntuhkan kekhilafahan yang ada sejak zaman Khulafa’ rosidin sampai berhasil menghapus dan meruntuhkan negara Turki Utsmaniyah.Orang Yahudi memulai konspirasinya dalam meruntuhkan Negara turki utsmaniyah pada masa sultan Murad kedua (tahun 834-855H) dan setelah beliau pada masa sultan Muhammad Al Faatih (tahun 855-886H) yang meningal diracun oleh Thobib beliau seorang Yahudi bernama Ya’qub Basya. Demikian juga berhasil membunuh Sultan Sulaiman Al Qanuni (tahun 926-974H) dan para cucunya yang diatur oleh seorang Yahudi bernama Nurbaanu. Konspirasi Yahudi ini terus berlangsung di masa kekhilafahan Utsmaniyah lebih dari 400 tahunan hingga runtuhnya ditangan Mushthofa Kamaal AtaaTuruk.

Orang Yahudi dalam menjalankan rencana tipu daya mereka menggunakan kekuatan berikut ini:

Yahudi Al Dunamah. Diantara tokohnya adalah Madhaat Basya dan Mushthofa Kamal Ataturk yang memiliki peran besar dan penting dalam penghancuran kekhilafahan Utsmaniyah.
Salibis eropa yang sangat membenci islam dan kaum muslimin dengan melakukan perjanjian kerjasama dengan beberapa Negara eropa yaitu Bulgaria, Rumania, Namsa, Prancis, Rusia, Yunani dan Italia.
Organisasi bawah tanah /rahasia, khususnya Masoniyah yang terus berusaha merealisasikan tujuan dan target Zionis.

Usaha-usaha Musthofa Kamal Basya Ataturk dalam menghancurkan kekhilafahan setelah berhasil menyingkirkan sultan Abdulhamid kedua adalah:
Pada awal November 1922 M ia menghapus kesultanan dan membiarkan kekhilafahan
Pada tanggal 18 November 1922M ia mencopot Wahieduddin Muhammad keenam dari kekhilafahan.
Pada Agustus 1923 M ia mendirikan Hizb Al Sya’b Al Jumhuriah (Partai Rakyat Republik) dengan tokoh-tokoh pentingnya kebanyakan dari Yahudi Al Dunamah dan Masoniyah.
Pada tanggal 20 oktober 1923 M Republik Turki diresmikan dan Al Jum’iyah Al Wathoniyah (Organisasi nasional) memilih Musthofa Kamal sebagai presiden Turki.
Pada tanggal 2 Maret 1924 M Kekhilafahan dihapus total.

Demikianlah sempurna sudah keinginan orang-orang Yahudi untuk menjadikan kekhilafahan sebagai Negara sekuler yang dipimpin seorang Yahudi yang berkedok muslim.

Mudah-mudahan ringkas sejarah permusuhan Yahudi ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat menjadi pelajaran bagi kaum muslimin.

Penulis: Ustadz Khalid Syamhudi, Lc.

Artikel UstadzKholid.com

Wilayah Palestina Yang Semakin Sempit

Ngeri membayangkan penderitaan saudara saudara kita di palestina.
Perjuangan mereka mempertahankan tanah para Nabi ini nampaknya sangat berat.

Dari tahun ke tahun wilayah palestina terus terusan digerogoti oleh Israel.
Wilayah Palestina yang kini semakin terpisah pisah dan menjadi kecil kecil di antara tembok Israel yang tinggi.
Wilayah Israel yang dulunya hanya pemukiman yahudi kecil keci di tahun 1946. sekarang menguasai lebih dari 87% dari tanah Para Nabi itu.

Tembok pemisah Israel Palestina yang dibuat Israel juga membuat perjuangan memperebutkan tanah para Nabi itu semakin berat.

Coba lihat peta West Bank 2006 itu, nampak tembok yang sudah mengelilingi palestina dan sungguh mengerikan!!!!

Ternyaja Jarusalem sudah terletak di luar tembok itu. Bagaimana dengan al Quds!!!

Peta wilayah palestina dari tahun ke tahun (dan sedikit sejarah perjuangan Warga Palestina di tanah para Nabi)

tahun 1946
tahun 1947 (Pembagian wilayah antara Arab State dan Jewis (Yahudi) State oleh PBB)
tahun 1948 (Terbebtuknya negara Israel)
Tahun 1967 (Israel semakin semangat menjajah daerah sekitarnya)



Melihat penjajahan dari tahun ke tahun seperti ini!!! Salahkah bila HAMAS terus melancarkan serangan dan aksi Jihadnya untuk menyelamatkan Tanah Para Nabi dan Al Quds, Al Aqso

Israel Yang Semakin Biadab

Apa yang dilakukan Israel ke Jalur Gaza Palestina kini tidak dapat disebut perang, apalagi apabila mereka mengKlaim kalau ini adalah upaya pertahanan diri karena HAMAS menembakkan rudak rudalnya ke Israel. Ini adalah penjajahan!

Perang tidak menyerang rakyat sipil apalagi bangunan sosial. Bukan perang namanya jika Israel terus terusan membabi buta menembaki dan menghancurkan bangunan sosial yang sudah tak terhitung banyaknya. Menghancurkan Rumah Sakit, banyangkan, rumah sakit khusus anak di jalur Gaza tidak luput dari serangan Bangsa Yahudi pembunuh para nabi itu. Masjid masjid di jalur Gaza juga ta luput dari amukan gila sang negara Biadab ini. Sekolah sekolah, saranan umum dan berbagai bangunan sosial lain tak dapat diselamatkan dari amukan tentara tentara Israel.

Ini bukan perang! tapi penjajahan! lebih dari itu ini adalah Penganiayaan! Pembantaian Masal!

Derita Rakyat Palestina tidak berhenti sampai di Situ, sejumlah LSM Internasional yang mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina juga ta luput dari serangan tentara tentara Israel. Apakah ini dapat disebut perang hah! Ini penjajahan! lebih dari itu ini adalah Penganiayaan! Pembantaian Masal!

Jet Jet tempur Israel yang terus membombardir ribuan peluru dan rudal ke Palestina, Tank Tank yang terus menembaki lewat darat, Para tentara yang tidak kalah biadabnya, Gempuran gempuran tentara Israel tidak ada hentinya, bahkan ketika malam tiba, mereka tidak menghentikan serangan itu, tetapi justru konsentrasi serangan mereka semakin tinggi, rudal rudal semakin sering ditembakkan, pasukan darat juga tidak kalah mengerikan di malam hari. Armada Laut yang terus berkeliling di kawasan perairan Palestina, Sebuah kondisi mencekam yang tidak dapat dibayangkan oleh kita bangsa yang penuh suka cita Indonesia.

Bayangkan kondisi saudara kita di Palestina itu.
1. Krisis Obat dan medis di Jalur Gaza sudah tidak tertahankan. Apalagi bantuan kemanusiaan yang sangat susah masuk ke sana. Ketika korban tak terhitung banyaknya, obat dan medis yang sudah krisis, tidak ada tempat yang aman untuk berlindung dan berobat.
2. Listrik sudah mati, bayangkan betapa mencekamnya suasana di Jalur Gaza ketika malam hari, gelap gulita, dingin, tapi suara tangis, jeritan dan ledakan rudal dan bom bom yang ditembakkan Israel tiada hentinya.
3. lebih dari 80% warga Jalur Gaza tidak dapat hidup tanpa bantuan kemanusiaan. Dan bantuan kemanusiaan itu tetap saja susah dikirim kesana.Sudah tidak dapat terbayangkan lagi penderitaan, kelaparan, ketakutan yang dirasakan warga di Jalur Gaza.
4. Ribuan (karena terlalu banyak sampai tak tau berapa jumlah pastinya mungkin sekarang dah lebih dari 5000) luka luka dan lebih dari 500 meninggal karena agresi itu.

Israel Ingin Menghapus Negara Palestina

Dunia tak hanya diam menyaksikan kebiadaban Israel di bumi Gaza, Palestina; kita semua akan melihat bahwa Israel pada akhirnya hanya tengah menyulut api untuk membakar dirinya sendiri.
Pagi ini, pagi esok, dan setiap pagi, anak-anak muda di Jalur Gaza akan lebih kuat dan berani untuk melawan penjajahan di atas tanah mereka, walau hanya dengan batu, atau apalagi dengan roket.
Para dedengkot Israel mati-matian meyakinkan diri mereka sendiri bahwa semakin keras mereka menghajar Palestina, maka akan semakin lemah lah rakyat Palestina. Namun mereka tidak menyadari, ketika semuanya usai, kebencian terhadap Israel semakin muntab, dan sejarah lama yang sudah berjalan akan terus menunggu mereka, tanpa direncanakan.
Jalur Gaza lebih kecil daripada Pulau Wight—sebuah pulau kecil yang terletak di laut selatan Inggris—tapi Gaza menampung 1.5 juta orang yang tak pernah bisa pindah dari sana. Mereka tumpang-tindih di sana, kelaparan, tanpa ada pekerjaan, dikelilingi tembok dan menara. Dari lantai atas menara mereka, kita akan bisa melihat perbatasan Gaza, Mediterania, dan kabel listrik Israel yang dipasang dengan keji. Jika bom meledak di Gaza, sudah dipastikan, tak ada tempat yang bisa digunakan untuk berlindung dan bersembunyi.
Sekarang, tengah terjadi perang di sana. Pemerintahan Israel berkata, “Kami mundur dari Gaza pada tahun 2005, dan yang kami dapatkan adalah roket Qassam dan Hamas menghujani kota kami. 16 orang mati. Berapa banyak lagi kami harus berkorban?” Ini adalah sebuah narasi yang sangat naif, dan banyak pula menyimpan celah. Jika kita ingin memahami realitas dan menghentikan serbuah roket, kita perlu meloncat ke beberapa tahun di belakang dan melihat apa penyebab semua itu.
Betul, pemerintahan Israel memang mundur dari Jalur Gaza tahun 2005—agar bisa lebih intensif mengontrol Tepi Barat. Dov Weisglass, penasihat senior Ariel Sharon, mengeluarkan pernyataan ambigu akan hal ini. “Penarikan dari Gaza hanya sementara. Penarikan ini akan menjadi indikasi bahwa tidak akan ada proses politik dengan Palestina. Negara Palestina sudah kami coret dari agenda kami.”
Sejak kali pertama mendengar pernyataan ini, warga sipil Palestina sudah diliputi perasaan was-was, dan karena ditambah kelakuan buruk pemimpin Fatah yang korup, mereka pun akhirnya memilih Hamas. Itu adalah pemilu yang bebas dan demokratis,dan polling yang dilalukan oleh Universitas Maryland, mengatakan bahwa 72% warga Palestina menginginkan solusi untuk kedua pihak, dan hanya kurang dari 20% saja yang tidak sudi berbagi tanah Palestina dengan Yahudi. Dan dengan segala tekanan tersebut, Hamas sudah sangat bersabar terhadap Israel dan menawarkan gencatan senjata, dan akan membiarkan Israel jika saja Yahudi-Yahudi itu mau kembali lagi ke daerah perbatasannya.
Alih-alih menerima tawaran Hamas yang simpatik tersebut, Israel malah bereaksi dengan menurunkan tangan keji pada segenap penduduk sipil Palestina. Israel menutup semua akses ke Gaza. Penduduk Gaza hidup dengan sedikit makanan, bensin, dan obat-obatan, tapi sama sekali tak cukup untuk bertahan hidup. Weisglass menyebutnya sebagai “Gaza sedang berdiet.” Menurut Oxfam, sebuah LSM yang bekerja di bidang pengentasan kemiskinan dan memerangi ketidakadilan di tiga benua di dunia, selama satu bulan terakhir ini hanya 137 truk pengangkut makanan yang boleh memasuki Gaza. Untuk jumlah 1.5 juta orang, suplai makanan tersebut jauh dari cukup. PBB mengatakan bahwa kemiskinan mencapai level luar biasa tak terkirakan. Orang yang datang ke rumah sakit langsung ditolak oleh pihak rumah sakit, karena antara rumah sakit dan rumah tinggal sudah tidak ada beda fungsinya. Di jalanan, anak-anak kecil bertebaran kelaparan.
Agresi terhadap Gaza telah melahirkan sesuatu yang amoral. Hamas mulai menembakan roket al-Qossam dan “hanya” menewaskan 16 orang Israel, bandingkan dengan Israel yang sudah melenyapkan lebih dari 500 jiwa hanya dalam waktu seminggu. AS dan Negara-negara Barat menapikan hal ini. Mereka mengatakan bahwa sangat tidak mungkin bernegosiasi dengan Israel sementara Negara Yahudi itu tengah menembakan roket, tapi mereka meminta rakyat Palestina untuk diam saja, untuk melakukan kompromi politik.
Israel sudah menolak gencatan senjata dan proses diplomatik dengan Hamas. Mengapa? Ini karena Israel ingin menghapus Palestina. Seorang penulis Yahudi mengatakan, “Jika kita menginginkan perdamaian sekarang, masalahnya bukan pada Hamas. Tapi pada Israel sendiri.”

dari eramuslim.com

Iman Hilang

"Sebuah hikmah dibalik cerita sederhana"

suatu ketika seorang temanku kehilangan kunci sepeda motornya. Kemudian aku diajak nya untuk mencari kunci yang hilang itu, ke tempat tempat yang menurut dia mungkin kunci itu akan bisa ditemukan. Setelah sekian lama mencari ternyata kami tidak berhasil juga menemukannya, di sela sela kekecewaan kami, kemudian dia mengucapkan beberapa kalimat :

"Hikmah dari peristiwa ini adalah, Jagalah barang yang sangat berharga bagi kita"
Sebuah hikmah yang menurutku sangat sederhana dan tidak perlu diingat sampai kemudian dia melanjutkan kalimatnya.

"Jika kita sudah merasa sangat merasa kehilangan ketika kita kehilangan kunci motor, Bagaimana kalau kita kehilangan sesuatu yang paling berharga bagi kita"
"Taukah kamu apa yang paling berharga bagi kita...."
"Yaitu IMAN"
Sebuah statemen yang menurutku sangat mengena. Betapa kita sering lupa bahwa Allah memberikan sesuatu yang sangat berhaga dan bahkan tidak dimiliki oleh sebagian besar orang didunia. Betapa kita sering tidak peduli dan menjaga hal yang sangat berharga itu. Betapa kita sering tidak peduli dengan Iman kita.

Sebuah nikmat yang seharusnya kita syukuri. Sadar atau tidak sadar, tau atau tidak tau, nyak ornagornag di sekitar kita yang jauh keimananya. Banyak diantara mereka yang sholat saja tidak apalagi melaksanakan amalan yang lain. Sebagian dari mereka bukanlah orang yang jauh dari kita, mungkin sangat dekat, seorang yang dahulu kita kenal baik agamanya, siapa tau sekarang jadi semakin tidak karuan. Sama keberadaan Allah saja tidak yakin, kemutlak-kan kebenaran Islam apalagi (jauh lebih tidak yakin).
Mulai dari yang menganggap -Ibadah hanya sebuah ritual, - agama hanya sebuah hasil kebudayaan, -Agama di dunia ini sebenarnya sama, dan lain sebagainya.

Sesungguhnya kita, sebagai orang yang beruntung, masih belum terkontaminasi hal seperti itu dapat menjaga dan menikmati Iman ini sebaik baiknya. Menjaga! sekali lagi saya katakan, Iman kita sangat mahal!!!!

"Semoga Allah menjaga iman kita sampai kapanpun, dan dimanapun"

Jomblo vs Pacaran (bag II)

Mencoba membahas secara teoritis, praktis, akademis dan agamis (II)

Setelah sekian lama menunggu akhirnya aku berhasil melanjutkan bagian ke dua dari artikel ini. Bagi yang belum membaca bagian pertama silahkan klik disini.






"Pacaran adalah kerjaanya orang orang yang rendah akademisnya"

Ini adalah pemikiranku dahulu ketika SMA. Mungkin temen2 yang study oriented (dan ga laku =) biasanya suka punya pemikiran kayak gini. Logis memang, jika dahulu aku coba mengobserfasi beberapa orang teman temanku yang hobi pacaran, hampir semua dari mereka memiliki kemampuan akademis rata rata menengah ke bawah, yah kalaupun beruntung ya menengah lebih dikit lah.

Aku inget betul event ketika seorang temanku yang dapat dibilang sangat pinter (hampir tidak ada anak yang dapat menumbangkan posisinya sebagai juara paralel di SMAku kala itu) bercakap cakap dengan salah seorang temen ceweknya.
--+ anggap X adalah temenku yang pinter
anggap Y adalah temen ceweknya
(dengan X, dan Y adalah anak SMA === weleh kok jadi kayak persamaan matematika)ha3

Di suatu pagi setelah ujian Matematika, kedua temanku ini berbincang2 di depan kelas
X : Alhamdulillah, aku kemaren belum sempat belajar tetapi sukses mengerjakan ujian matematika tadi, hampir semua soal kukerjakan dengan sempurna.
Y : Hey, Y kok ga adil banget!, masak aku yang belajar mati matian tidak dapat mengerjakan sesukses kamu.
X : ha3..
Y : Sebenarnya apa sih rahasiamu kok kamu bisa kayak gitu, padahal usahaku lebih maksimal dari kamu, sungguh ga adil!
X : Ada 1 hal yang sangat berbeda antara kamu dan aku, Kamu PACARAN dan aku TIDAK!

Sebuah jawaban dari si X yang menurutku sangat luar biasa saat itu, yang membuatku semakin yakin bahwa orang yang tidak berpacaran cenderung lebih sukses dari sisi akademis.

Tapi, itu dulu....... ketia di bangku kuliah muncul pemikiran yang mulai bergeser dari SMA.

Aku bertemu dengan seseorang teman yang menurutku luar biasa. Dari sisi akademis dapat dibilang outstanding. Bayangkan, hanya 1 matakuliah di semester 1 nya yang tidak dapat A. weleh2

Dia adalah salah orang yang pacaran juga, menurutnya, dengan pacaran pemikiran justru menjadi lebih tenang (ga mikira sing aneh2), karena dengan kita punya pacar dan setia dengan pacar kita akan membuat dia tidak sempat memikirkan cewek lain disekitarnya. jadi pacaran bisa meminimalisir pikiran2 tentang cewek yang macem2 (......itu menurutnya).
Ternyata tidak hanya dia, aku juga mengenal beberapa orang yang tidak kalah outstanding dengan dia, tapi mereka juga PACARAN.

So, intinya statement ku yang menyatakan pacaran hanya milik orang orang yang secara akademis menengah ke bawah, perlu di review ulang. Yang salah Pacarannya, Sistemnya (arti khusus dan umum), atau mungkin Subjek dari pelaku pacaran ni. Sebenarnya banyak sekali variabel yang harus kita fikirakan sebelum kita men-judge orang.(---kok jadi ngomongin ginian)

Mungkin secara general, orang yang pacaran itu tidak baik,banyak yang pacarannya sampai overload dan breakdown (...weleh ngomongin apa nih!) tapi hal ini juga tidak dapat diGeneralkan. Tidak selayaknya kita menyatakan seseorang itu jelek hanya karena kita tau kalau dia itu aktif Pacaran.
Walaupun banyak kasus yang menunjukkan sisi positif dari pacaran, tetap saya menganjurkan utuk menjauhi pacaran. Karena tidak ada jaminan kalau pacaran anda dapat bermanfaat, dan tidak ada jaminan pula pacaran anda tidak mencapai overload dan breakdown tersebut. So jangan coba main2 api kalau tidak mau terbakar.

Kontroversi Pernikahan Pak Puji dan Ulfa.

"Eksploitasi wanita, Undang undang RI,Hak Anak, "

Itulah beberapa alasan orang orang dan media untuk terus menyoroti kasus pernikahan mereka. Terlalu berlebihan menurutku menghabiskan waktu dan tenaga untuk membahas permasalahan ini.
Apalagi setelah Ulfa muncul dan memberikan statement "saya tidak mau dipisahkan dari Syekh"
"Saya mencintai Syekh"

Jika disampaikan bahwa pernikahan ini merupakan eksploitasi terhadap wanita. Dari sisi mana! bukankah Ulfa menikah atas kemauannya sendiri, bahkan ketika Pak Puji menyatakan bahwa mau membatalkan pernikahannya dengan Ulfa,Ulfa malah menyatakan kalau dia tidak mau dipisahkan dari Pak Puji. Ini berarti bahwa dia menikah atas kemauanya sendiri, apakah ini eksploitasi. Melaksanakan keinginan sendiri, atas kemauan sendiri, untuk masa depan sendiri. Tanpa paksaan siapapun,tanpa kepentingan siapapun, karena kemauan sendiri.

Jika kasus Ini dinyatakan melanggar undang undang yang berlaku di Indonesia, tentang seseorang yang menikah hanya dengan syariat Islam tanpa mengikuti prosedur undang undang RI, atau melakukan nikah syiri. Seharusnya tidak hanya pernikahan mereka berdua yang dipermasalahkan dan dihebohkan. Bukankah ada jutaan masyarakat Indonesia yang melakukan nikah syiri, apakah hal seperti ini merupakan hal yang aneh. Ini adalah hal yang wajar, dan sudah diterima oleh masyarakat umum, apakah anda juga berniat untuk menggugat dan tidak terma dengan jutaan masyarakat Indonesia lain yang juga menikah syiri!.

Jika apa yang dilakukan Pak Puji itu melanggar hak anak, hak anak yang mana. Buhankah anak juga berhak untuk belajar, belajar mandiri, belajar tentang kehidupan. bukankah anak berhak untuk menentukan masa depan memiliki cita cita, Apa yang dilakukan Ulfa adalah sesuai haknya untuk menentukan masa depanya.
Bukankah media justru yang melanggar hak nya Ulfa, hak untuk hidup tenang dan melaksanakan hak anak yang lain, hak untuk menyimpan berbagai hal pribadinya termasuk perasaanya. Bukankah dengan di ekspose seperti ini malah membuat dia terganggu tidak tenang dan haknya sebagai anak ter-dzolimi!

Jika pernikahan mereka diminta untuk diceraikan, maka ini merupakan eksploitasi besar besaran terhadap anak dan perempuan. Memaksa untuk berpisah dari orang yang dicintai di usia semuda itu, dipaksa menyandang predikat janda di usia semuda itu, dipaksa menerima kenyataan sebagai sorotan media di usia semuda itu, depaksa dan dibatasi kebebasan berekspresi anak di usia semuda itu. Apakah ini wajar, apakah ini layak.!

Apalagi Media sudah terlanjur sering menggunakan kata "malang" untuk mewakili nasib Ulfa. Apakah malang orang yang menikah atas kemauannya sendiri dan perasaanya pribadi. Seorang wanita yang menikah dengan orang yang sangat kaya dan serba berkecukupan apakah malang?

Wahai media! semua yang kita ucapkan akan dipertanggungjawabkan di sisi Allah!

Jomlo vs Pacaran (bag1)

Mencoba membahas secara teoritis, praktis, akademis dan agamis

Disaat sebagian besar pelajar atau bisa dibilang pemuda melaksanakan "ritual" "aktifitas" pacaran, atau kalau tidak ya.... berharap untuk pacaran. Ternyata tidak sedikit pula pelajar atau pemuda yang menjaga "keperjakaanya" dengan men-jomlo (baca: tidak pacaran).
Diluar dari pembahasan laku atau tidak laku, mampu atau tidak mampu pacaran, para aktifis jomlo ini memiliki segudang alasan untuk tidak berpacaran.




"Bukan Muhrim men!"

Nah... ni Jawaban yang paling keren. Ga pacaran karena takut dosa. Untuk menjaga diri. Sebagai seorang muslim. tentu mengguanakan alasan ini untuk tidak berpacaran sangatlah wajar. Ketika kita mendengar kajian kajian di masjid masjid, atau membaca buletin buletin Islam, kita sudah sangat sering dan paham bahwa kita tidak boleh melihat (dengan nafsu) apalagi pegang2an apalagi tu**uut(yang ini disensor =) dengan orang yang bukan muhrim kita.
Tapi seperti judul di awal bahwa disini saya akan mencoba membahas secara teoritis, praktis, akademis dan agamis.
Ok deh kita sepakat bahwa kita harus menjaga mata hati tangan dan pikiran dari yang bukan muhrim. tp dengan kita tidak berpacaran apakah kita sudah mampu menghilangkan variabel2 itu, minimal mereduksinya, atau justru dengan tidak berpacaran semakin besar peluang kita untuk melihat (dengan nafsu) apalagi pegang2an apalagi tu**uut(yang ini disensor =) dengan orang yang bukan muhrim kita*.
Bila dahulu (waktu SMA) aku yakin bahwa rata2 orang yang berpacaran kecenderungan untuk melakukan hal tersebut lebih besar. Ternyata hal itu sangat relatif dengan orangnya. Sekarang aku punya teman yang bisa dibilang cukup agamis, dan sangat akademis, yang melaksanakan ritual pacaran itu.
Tapi hal ini (menurut dia) justru membuatnya lebih menjaga diri (katanya sih). Karena dengan dia punya pacar dan punya ikatan kesetiaan dengan pasanganya membuatnya berkurang bahkan tidak memikirkan gadis lain. Nah.... jk hal ini benar dan berhasil maka justru berpacaran mampu mengurangi (dalam hal ini saya tidak mengatakan menghilangkan) zina hati.
Menurutnya juga dengan berpacaran juga bisa mengurangi Zina mata,==> sekali lagi karena sebuah konsep kesetiaan dia menjaga matanya untuk tidak melihat cewek lain, yah setidaknya meminimalisir dan menjaga agar tidak melihat disertai nafsu.
Jika inget SMA saya juga punya teman yang memiliki cara berpacaran yang menurutku menarik. Dia tipe cowok yang setia, emmmm menurutku (sepengetahuanku) terlalu setia. Saking menjaga kesetiaanya, dia tidak mau bersalaman bukan muhrim kecuali dengan ceweknya ntu. Hemmm aku masih ingat syawal 2 tahun lalu ketika dia syawalan ke kelas kelas tanpa bersalaman dengan cewek bukan muhrim tetapi tetap fine bila ma ceweknya. Nah bukannya bila seperti ini pacaran justru meminimalisir kontak dengan yang bukan muhrim, walaupun tetap sangat relatif dengan personal sih.
Nah saya juga dapat kabar, saat ini pasangan temen SMA ku ini kan melanjutkan study(baca: kuliah) dikota yang berbeda, bahkan lumayan jauh (sekitar Bantul-Solo lah). Tapi si Cowok ini tetap rajin main ke si cewek setidaknya beberapa minggu sekali. Bayangkan men di sela2 kuliahnya dia masih ngurus rumah tangganya (ha3..) agak ga logis memang.

bersambung
Powered by Blogger.

Mutiara Hikmah

Yang Sedang Banyak Dibaca

Shout Box

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Sahabat Bloggerku

Komentar Komentar Terbaru

International opportunities

Eramuslim

Web hosting for webmasters